Download Shapefile Kemiringan Lereng Provinsi Lampung 2026
Secara umum, topografi wilayah Provinsi Lampung terbagi ke dalam tiga kelompok besar topografi, yakni:
- Dataran Rendah hingga Landai (0 - 8%): Menguasai porsi terbesar (sekitar 60-70% wilayah Lampung), membentang dipesisir pantai utara, timur, dan selatan, mencakup daerah seperti Lampung Timur, Tulang Bawang, Lampung Tengah, dan Mesuji.
- Berbukit Dan Bergelombang (8-15% hingga 15%-25%): Tersebar di area tengah dan peralihan
- Miring, Curam, hingga Sangat Curam (>25%): Mencakup sekitar 10%-15% wilayah, berada disepanjang Bukit Barisan Selatan (meliputi Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat) serta kawasan sekitar pegunungan/gunung api (seperti Gunung pesagi, Gunung Rajabasa, dan Gunung Betung).
Pembagian kategori kemiringan lereng menggunakan acuan Pedoman Penyusunan Tata Ruang/Klasifikasi BPN & Departemen Pertanian:
- Kelas I (0 - 8%)
- Kelas II (>8 - 15%)
- Kelas III (>15 - 25%)
- Kelas IV (>25 - 45%)
- Kelas V (>45%)
Beberapa Kegunaan Utama Dari Data Atau Peta Kemiringan Lereng:
- Pengendalian Erosi dan Konservasi Tanah: mengukur kecepatan aliran air hujan di permukaan. Semakin curam lereng, semakin besar pula resiko erosi dan longsor
- Perencanaan Tata Guna Lahan: Menentukan apakah suatu area layak dijadikan kawasan permukiman, industri, kawasan lindung, atau area pertanian. Lahan yang terlalu curam biasanya diarahkan untuk tanaman keras atau hutan lindung.
- Mitigasi Bencana Alam: Membantu memetakan wilayah yang rawan terhadap bencana pergerakan tanah atau tanah longsor sehingga langkah evakuasi dan pencegahan bisa disiapkan.
- Pengelolaan Sumber Daya Air: Mengetahui laju penyerapan (infiltrasi) air hujan ke dalam tanah serta arah aliran air permukaan.
Download Shapefile Kemiringan Lereng Provinsi Lampung 2026
Bagi anda yang membutuhkan shapefile kemiringan lereng provinsi Bengkulu 2026, silahkan download melalui tautan yang telah disediakan
